::: Koleksi-Sharing.Blogspot.com :::
Koleksi 'sharing' yang beredar di media sosial (WA, BBM, dll).
Dikumpulkan di sini agar kita sewaktu-waktu bisa mencarinya kembali.

Daripada disimpan di HP, kirim koleksi anda ke sini.
Caranya lihat di menu "Cara Mengirim".
Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan
Selimut Untuk Pak Tua

Selimut Untuk Pak Tua

Suatu hari menjelang musim dingin, seorang lelaki tua dengan baju lusuh masuk ke sebuah  toko. Semua orang melihat nya dengan tatapan aneh. Tapi pemilik toko menyambut nya dengan ramah.

"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya nya ramah.
Lelaki tua; "Anu, saya mau membeli 6 helai selimut untuk saya dan anak istri saya, tapi...." jawab nya ragu

Pemilik toko: "tapi kenapa tuan"

Lelaki tua: "Saya hanya punya uang 100 real. Apakah cukup untuk membeli 6 helai selimut? Tidak perlu bagus, yang penting bisa untuk menahan hawa dingin.." ucap nya polos.

Pemilik toko berpikir sejenak, lalu berkata:
"Ooh, cukup pak. Saya punya selimut bagus dari Turki, satu nya 20 real. Kalau anda membeli 5 lembar, saya kasih bonus  1 gratis.." jawab nya.

Lega, wajah lelaki tua itu besinar cerah lalu menyodorkan uang 100 real dan membawa pulang 6 helai selimut yang dibeli nya.

Seorang rekan pemilik toko yang dari tadi menyimak pembicaraan itu kemudian bertanya kepada pemilik toko
"Tidak salah? Kemarin kau bilang itu adalah selimut dengan mutu tinggi dan yang terbaik yang kau jual di toko mu. Kamu menjual nya pada ku 450 real selembar, dan sekarang kau menjual nya20 real selembar kepada lelaki tua itu?..." ptotes nya heran.

Pemilik toko: "benar, harga selimut itu 450 real selembar, tidak kurang dan tidak lebih"

"Tapi kemarin aku  berdagang dengan manusia, hari ini aku berdagang dengan Allah" tambah nya.

"Demi Allah, sesungguh nya aku tidak menginginkan uang nya sedikit pun. Tapi aku ingin menjaga harga diri lelaki tua itu agar seolah tidak sedang menerima sedekah dariku hingga membuat nya malu
Aku hanya ingin lekaki tua itu dan keluarga nya terhindar dari cuaca musim dingin yang sebentar lagi datang

Dan aku berharap Allah menghindarkan ku dan keluarga ku dari panas nya api neraka"
========

Sungguh diperlukan seni dalam beramal untuk membuat orang lain tidak malu atau rendah diri.

Read More

PELAPORAN BERBUNTUT HIDAYAH



MENYUSUL ALMAIDAH 51 SAAT INI AL IKHLAS 3 TERKENAL DAN DIPELAJARI OLEH KALANGAN NASRANI.
PELAPORAN BERBUNTUT HIDAYAH INILAH JUDULNYA 😂

Saya mahasiswa jurusan SOSPOL di  UGM yogyakarta.
Kebetulan akhir2 ini sy sangat kagum dengan sosok yang sebelumnya sangat saya benci.
Yah tau lah media udah membuat citra beliau rusak, namun harumnya bunga akan tercium juga lama kelamaan meski ditutupin dan di jelekin gimanapun ya lama kelamaan akan terkuak juga, dan akhirnya saya  bersyukur bisa mencium harumnya bunga tersebut setelah peristiwa 411 dan 212. Kalo bahas ini pasti kita uda tau donk sosok sang fenomenal, yah dialah singa Allah saat ini yaitu Habib Riziq shihab, saat ini seluruh ormas islam dr berbagai madzhab di indonesia telah sepakat menjadikan habib riziq imam ummat islam di seluruh indonesia atas jasa beliau di dalam mempersatukan ummat untuk membela agama Allah, itulah yang saya bc di islampos beberapa waktu lalu.
Namun beberapa hari yang lalu, ada berita mencengangkan yang sy bc di koran bahwa habib riziq dilaporkan atas tuduhan penodaan agama nasrani,
nah loe...batin saya ada apa nih 🙇🏻⁉sy segera beli koran tersebut, jantung berdegup kenceng banget gan..
Takut terjadi sesuatu gitu deh💆🏽‍♂
Segera saya baca koran tersebut dan intinya adalah habib riziq di nilai menistakan karena kalimat beliau di dalam ceramahnya yg berbunyi " lam yalid wa lam yulad, tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, lah kalo tuhan beranak dan diperanakkan, trus siapa bidannya"
begitu baca  berita itu maka saya tertawa terbahak-bahak,
Gimana gak tertawa gan..
nah gila nih mahasiswa, ada ustad lagi bahas ayat alqur'an di depan ummat islam, koq malah dia tersinggung dan laporin habib atas penistaan agama, nah kalo kita bales laporin soalnya para pendeta udah ngelecehin Allah dengan menyebut Allah beranak gimana ? Kan repot jadinya hahaha...😂 mari kita tertawa bersama gan 😂😂
Akhirnya saya cuz kampus deh..
Sampai di kampus saya duduk dekat teman yg kebetulan agamnya katolik, trus terjadilah dialog antara saya dengan teman saya tadi. Inilah dialognya secara singkat 😁

TS : hy jon.. uda denger kabar belum soal habib lu ?
Sy : kabar apaan ?
TS : ya itu si riziq di laporin sm mhsiswa kristen soalnya dinilai nistain agama kristen. Habib lu kena karma tuh !
Sy : sy tertawa sambil bilang yah.. yg bkn laporan uda mempermalukan kaum intelektual kalo sy liat jon..
TS : kenapa lu blg gitu ? Lu tau gak si kalau si riziq uda kelewatan, dia bilang kalau tuhan beranak terus siapa bidannya., sy sebagai umat beragama katolik tersinggung nih degan pernyataannya riziq, ini menyakiti hati sy
Sy : lu uda liat videonya blum ? Kalo blum... liat  dulu videonya di youtube deh.. yg habib bahas itu dalam konteks agama lu.. atau agamanya habib..
TS : lah emang di islam ada bahas yesus jon ?
Sy : sy ambil  alqur'an dan terjemahan di perpus, saya bukain surat al ikhlas... trus sy sodorin ke dia. Nih surat alqur'an yg dibahas habib di ceramahnya..
TS : boleh pinjem jon ?
Sy : pinjem aja di perpus kalo lu mau bc.
itu ada tafsirannya juga dibawahnya lu bc jg ya..

Besoknya pas tengah malam, dia tlp minta ajarin bc syahadat soalnya mau masuk islam 😂 terus minta anterin ketemu habib riziq ke jakarta, saya  jawab, nah saya aja gak perna ktmu beliau kok, gimana mau anterin dia ktmu..😂
Dan tau gak gan sekarang al-ikhas lg laku keras diburu para mahasiswa kristen, mereka pada penasaran, sampai saat ini uda 2 mahasiswa di kampus ane yang  masuk islam disebabkan ayat lam yalid wa lam yulad..
Dan ceramah habib riziq yang menurut saya lucu banget itu jadi viral di medsos saat ini,  yang kerajinan nyari juga kalangan nasrani. Bagus deh, ini ayat tauhid banget, moga makin banyak yang dapat hidayah 😂
Saya jd makin kagum nih, kena kasus aja bisa bimbing orang ke jalan hidayah.
Kapaaan.... bisa ketemu habib, jadi makin ngarep ketemu face to face nih 😩
moga2 habib panjang umur dan sehat terus, dan moga2 suatu saat nanti saya ditakdirin bertatap wajah dengan habib secara langsung.
amiin..

***
Dapatkan postingan lainnya di:
http://koleksi-sharing.blogspot.com
Read More

AYAT QUR'AN DI HARVARD UNIVERSITY



🎓 AYAT QUR'AN DI HARVARD UNIVERSITY?


Anda pernah ke Harvard University, Massachussets? Harvard University adalah universitas terbaik dunia dalam berbagai bidang dan merupakan salah satu universitas tertua dunia. Sejak ratusan tahun lalu hingga saat ini tidak ada yang mengalahkan reputasi Harvard University.

Fakultas Hukum Harvard adalah fakultas hukum terbaik dunia. Banyak petinggi dunia adalah jebolan Fakultas Hukum Harvard, termasuk mantan presiden AS Obama.

Kalau anda datang ke fakultas Hukum Harvard University, dipintu masuknya terpampang jelas 3 tulisan tentang konsep keadilan, yaitu dari Agustino Hippo, Magna Charta dan dari Al Qur'an. Dari Al Qur'an? Benar. Bahkan, yaitu konsep keadilan berdasar surat An-Nisa ayat ayat 135 yang berbunyi :

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا قَوّٰمِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلٰىٓ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوٰلِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ  ۚ  إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلٰى بِهِمَا  ۖ  فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰىٓ أَنْ تَعْدِلُوا  ۚ  وَإِنْ تَلْوُ ۥ ٓا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

"Wahai orang-orang yang beriman. Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan."
(QS. An-Nisa': Ayat 135).

Bahkan diantara ketiga pilihan konsep tersebut, Al Qur'an merupakan yang terpanjang dan diletakkan pada bagian tengah dari dinding fakultas hukum.

Faculty members Harvard University ketika ditanya mengapa mengapa memilih menempatkan ayat Al Qur'an pada pintu masuk mereka, mereka menjawab bahwa mereka telah menelusuri berbagai konsep dan teori hukum yang ada dan tersebar didunia dan mereka sampai pada kesimpulan bahwa konsep keadilan yang diungkapkan oleh Qur'an surah An-Nisa adalah merupakan konsep yang terbaik, terlengkap dan paling fair yang pernah ada dan mereka temukan.

Subhanallah.
Masya Allah....

Sayangnya kita sendiri yang memiliki konsep terbaik ini sering tidak mengaplikasikannya dalam kehidupan keseharian kita.....🌹

***
Dapatkan postingan lainnya di:
http://koleksi-sharing.blogspot.com
Read More

BADAI KEHIDUPAN



* BADAI KEHIDUPAN *

Seorang anak mengemudikan mobilnya bersama ayahnya. Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang. Langit mendadak menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti.

“BAGAIMANA, Ayah? Apakah kita berhenti saja?,” Si anak bertanya.
“Teruslah.. !”, kata Ayah.
Anaknya TETAP menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun mulai turun.
Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yang diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan . Terlihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi dan berhenti.
“Bagaimana ini Ayah…?”
“TERUSLAH mengemudi!” kata Ayah sambil terus melihat ke depan.
Anaknya TETAP mengemudi, walau dengan bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandangan hanya berjarak beberapa meter saja.

Si anak mulai ketakutan.
NAMUN... ia tetap mengemudi, walaupun dengan sangat perlahan.
Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, dirasakannya hujan mulai mereda & angin mulai berkurang.

Setelah beberapa kilometer berikutnya, sampailah mereka pada daerah yang kering dan matahari bersinar.

“Nah sekarang berhenti dan keluarlah,” kata sang Ayah.
“KENAPA sekarang?,” tanya si Anak.
“Agar kau BISA MELIHAT, bagaimana seandainya saat kita berhenti di tengah badai.”
Sang Anak berhenti dan keluar.
Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Dia MEMBAYANGKAN orang-orang yang terjebak di sana.

Dia baru mengerti bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI di tengah badai KARENA akan terjebak dalam ketidakpastian.
Jika kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, TERUSLAH berjalan, JANGAN berhenti dan putus asa, karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan dan tak pasti.
LAKUKAN saja Apa yang dapat kita lakukan dan yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU.

KITA tidak kan pernah berhenti tetapi maju terus, Karena kita yakin bahwa di depan sana Kepastian dan Kesuksesan ada untuk kita...
HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS!!!
BUTUH batu kerikil, supaya kita BERHATI-HATI..
BUTUH semak berduri, supaya kita WASPADA..
BUTUH Pesimpangan, supaya kita BIJAKSANA dalam MEMILIH..

BUTUH Petunjuk jalan, supaya kita punya HARAPAN tentang arah masa depan.
Hidup Butuh Masalah, supaya kita tahu kita punya KEKUATAN..
BUTUH Pengorbanan, supaya kita tahu cara BEKERJA KERAS..
BUTUH airmata, supaya kita tahu MERENDAHKAN HATI
BUTUH dicela, supaya kita tahu bagaimana cara MENGHARGAI..
BUTUH tertawa dan senyum, supaya kita tahu MENGUCAPKAN SYUKUR..
BUTUH Orang lain, supaya kita tahu kita TAK SENDIRI..

Jangan selesaikan MASALAH dengan mengeluh, berkeluh kesah, apalagi marah, Selesaikan saja dengan sabar, bersyukur, dan jangan lupa TERSENYUM.
Teruslah MELANGKAH walau mendapat RINTANGAN, Jangan takut

Saat tidak ada lagi tembok untuk bersandar, karena masih ada lantai untuk bersujud.
Perbuatan baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yang tidak terlihat, namun dapat dirasakan hingga jauh kedalam relung hati.
Jangan menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yang tersisa.

Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk Kebutuhan Hidup.
Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk Gaya Hidup.

Tidak selamanya kata-kata yang indah itu benar, juga tidak selamanya kata-kata yang menyakitkan itu salah. Hidup ini terlalu singkat, lepaskan mereka yang menyakitimu, sayangi mereka yang peduli padamu. Dan berjuanglah untuk mereka yang berarti bagimu.

Bertemanlah dengan semua orang, tapi bergaulah dengan orang yang berintegritas dan mempunyai nilai hidup yang benar, karena pergaulan akan mempengaruhi cara kita hidup dan masa depan kita. Semoga bermanfaat. :)

***
Dapatkan postingan lainnya di:
http://koleksi-sharing.blogspot.com
Read More

“Jubah Kemuliaan”



Ayah Bunda Mohon dibaca dua menit saja
💐🌺🌸🌹🌷🌸🌺💐🌹🌷

KISAH NYATA

Ini tulisan Ary Ginanjar Agustian
(Renungan Kisah Nyata)

Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ. Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat.

Dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang. Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu. Sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.

Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih Dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan, tutur katanya lembut namun tegas. Dari penampilannya yg menarik tsb, saya jadi penasaran, apa kira2 isi khotbahnya.

Ternyata betul dugaan saya! Isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan. Banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)., bahkan ada yg sampai tersedu sedan.

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”.

Seorang anak berumur 10 th namanya Umar. Dia anak pengusaha sukses yg kaya raya. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta. Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah, karena uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.

“Waduuuh saya sibuk ma, kamu aja deh yg datang.” begitu ucap si ayah kpd isterinya.

Bagi dia acara beginian sangat nggak penting, dibanding urusan bisnis besarnya. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya.

Nah karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.

Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang, sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2. Ada yg menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim. Ada pula yg pamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya...

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.” tanya si Umar kpd gurunya. Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.

”Oh boleh..” begitu jawab gurunya.

Dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung.“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.

“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah.”

Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan) dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram).

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu, termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang.

”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar.

Lalu Umarpun membaca ayat 9.

”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief, "Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”.

Si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai."

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak,” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya.

Para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya kepada Umar, ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain?” begitu tanya pak Arief penasaran.

Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW, ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).

“Pak guru, saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak, sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..”

Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb…

Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung.

Ternyata dia ayah si Umar, yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.

”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu, tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu membaca Al Quran.” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.

”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak. Ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2.

Subhanallah... Sampai di sini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh. Semua jama’ahpun terpana, dan juga mulai meneteskan airmatanya, termasuk saya.

Diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya, luar biasa haru. Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu. Mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kepada anaknya, mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya membaca Al Quran, atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya.

Dan semua, dengan alasan sibuk urusan dunia...!  Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat, dan lebih sibuk dengan urusan dunia, padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini, seperti firman Allah SWT dalam

 Q.S. Al-Anam ayat 32:
”Dan tiadalah kehidupan DUNIA ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh KAMPUNG AKHIRAT itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”...

Astagfirullah... Innallaaha ghofururrohim, hamba mohon ampunan kepada Allah.Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Wallahu ‘alam bish shawab.

Silahkan dishare juga kpd keluarga atau sahabat kita sbg amal ibadah kita.
Semoga bermanfaat.. Aamiin

Read More

SEPATU LEPAS



*KISAH INSPIRATIF

Seorang bapak tua hendak menaiki bus,pada saat ia menginjakkan kakinya ketangga bus,salah satu sepatunya terlepas dan jatuh kejalan.

Sementara itu pintu bus lalu tertutup dan bus langsung bergerak,sehingga si bapak tua tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi.

Dengan tenang si bapak tua itu melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela.
Seorangpemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu dan bertanya kepada si bapak tua,
”Mengapa bapak melemparkan sepatu yang sebelah juga?”.

Si bapak tua sambil tersenyum menjawab ringan,
“Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya,itu sepatu baru dan bagus.
Jangan sampai sepatuku kehilangan pasangannya.
Sepatu adalah pasangan terbaik, coba perhatikan saja:^ Bentuk pasangannya tak persis sama namun serasi.^iSaat dipakai berjalan gerakan bisa berbeda tapi tujuannya sama.Kiri-kanan! kiri-kanan !^ Tak pernah menuntut untuk berganti posisi, namun saling melengkapi.
Yangsatu loncat, yang lain mengikuti.
* Selalu sederajat tak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi.
Satu naik tangga, pasangannya mengikuti^ Bila yang satu hilang yang lain tak memiliki arti.

Si Anak muda masih penasaran.
"Tapi bapak koq tidak kelihatan susah kehilangan sesuatu walaupun sepatu mempunyai nilai yang tinggi ?”.

Si Bapak tersenyum santai. “Ah, Anak muda ketahuilah, "HARTA Cuma TITIPAN,NYAWA Cuma PINJAMAN. ♡ Renungkanlah:¤ Kehilangan tidak bisa pilih-pilih.
Bisa kehilangan SIAPA SAJA, APA dan KAPAN SAJA.Musibah, Berkah dan Berbuat Salah itu pasti kita alami.
Syukurnya bagi orang beriman diberikan cara menghadapinya.
Dapat Musibah supaya bersabar...Dapat berkah supaya Bersyukur...Berbuat Salah supaya segera bertobat...Kiranya ilustrasi sederhana ini bermanfaat bagi kita semua... Aamiin Aamiin.

***
Dapatkan postingan lainnya di:
http://koleksi-sharing.blogspot.com
Read More

Si Buta yang Membuatku Melihat



Usiaku belumlah tiga puluh tahun ketika istriku melahirkan anak pertamaku, aku tidak pernah memperhatikan istriku, setiap malam aku habiskan waktuku bersama kawan-kawanku; begadang sampai pagi. Setiap malam kami habiskan waktu dengan tawa dan banyolan2 tdk berguna.
Aku ingat suatu malam aku berlaku usil kepada seorang buta yang sedang berjalan di pasar, aku menaruh kakiku di depannya lalu ia tersandung dan jatuh, keusilanku itu menjadi bahan tertawaan yang memenuhi pasar.

Seperti biasanya aku telat pulang ke rumah, aku melihat istriku menunggu, tampak keletihan di wajahnya, dengan air mata yang meleleh dia berkata 'Rasyid..! Aku lelah sekali, sepertinya waktu melahirkan sudah hampir tiba.'

Aku baru sadar bahwa kehamilan istriku telah mencapai bulan kesembilan, aku membawanya ke Rumah Sakit. Istriku berperang melawat rasa sakit, selang beberapa jam kemudian lahirlah anakku yang diberi nama 'Salim'.

Ketika aku akan melihat anakku, aku diminta untuk menghadap Dokter yang mengurus proses persalinan istriku. Dokter itu memberitahukan kepadaku tetang musibah yang terjadi dan menyuruhku rela terhadap takdir, "Anak anda mengalami cacat yang parah di kedua matanya dan tampaknya dia tidak bisa melihat."

Aku menundukkan kepalaku, dunia ini terasa runtuh, yang terbersit di ingatanku adalah orang buta yang aku jegal kakinya dan mejadi bahan tertawaan orang-orang di pasar; maha suci Allah, siapa yang menanam pasti akan menuai.

Hari terus berlalu, istriku yang sabar dan percaya terhadap takdir Allah memelihara Salim dengan penuh kasih sayang dan telaten, sedangkan aku tidak terlalu memperhatikan Salim, aku menggaggapnya tidak pernah ada di rumah.

Salim semakin hari semakin bertambah besar, ketika usianya menginjak satu tahun, dia mulai belajar berjalan, namun agak sedikit aneh; akhirnya kami tahu ternyata dia juga pincang, dadaku makin bertambah sesak.

Waktu terus berlalu, istriku telah melahirkan anakku yang kedua 'Umar,' dan yang ketiga 'Khalid.'
Seiring bertambah Usia Salim dan kedua saudaranya, sementara aku belum berubah, aku tidak suka berdiam di rumah, hari-hari kulalui bersama kawan-kawanku, istriku tidak pernah putus asa meluruskanku, dia senantiasa berdo'a agar aku mendapatkan hidayah, dia tidak pernah marah melihat kelakuan burukku, akan tetapi dia sering terlihat sedih melihatku menyia-nyiakan Salim dan lebih peduli terhadap kedua adiknya.

Istriku menyekolahkan Salim ke salah satu sekolah khusus orang cacat (SLB).
Pada suatu hari Jum'at aku terbangun pada jam sebelas siang, hari masih telalu pagi bagiku, aku diundang ke sebuah resepsi, aku mandi, ganti baju, memakai parfum dan siap pergi. Aku melewati ruang tamu, aku terhenti ketika melihat Salim menangis dengan keras, ini pertama kali aku merespon tangisan salim setelah kurang lebih sepuluh tahun aku tidak memperdulikannya! Aku berusaha pura-pura tidak tahu tetapi tidak bisa, aku mendekatinya, "Salim kenapa kamu menangis?" tanyaku.
Ketika mendengar suaraku, dia berhenti menangis dan meraba-raba sekelilingnya. Dia berusaha menjauh dariku seakan-akan dia berkata kepadaku, "Sekarang kamu peduli kepadaku, ke mana kamu selama sepuluh tahun ini?"

Aku membuntuti masuk ke kamarnya, awalnya dia menolak memberitahukan kepadaku kenapa dia menangis, aku berusaha berlaku lembut kepadanya, akhirnya Salim mau juga mejelaskan kepadaku mengapa dia menangis, Salim mengatakan bahwa hari ini Umar terlambat datang untuk mengantarkannya pergi ke Masjid, dan hari ini adalah hari Jum'at; dia khawatir tidak mendapatkan tempat di barisan pertama, aku mulai memandangi air mata yang jatuh dari kedua matanya yang buta dan aku benar2 terguncang saat itu!

Aku tidak mampu menguasai diriku untuk mendengarkan sisa kalimatnya, aku meletakkan tanganku di mulutnya, aku lupa teman-temanku, aku lupa tentang udangan resepsi dan aku berkata, "Salim jangan sedih, tahukah kamu siapa yang akan pergi bersamamu ke masjid hari ini?"
"Sudah pasti Umar, akan tetapi dia telat hari ini," ujar Salim dengan sedih.
"Tidak aku yang akan pergi bersamamu," hiburku. Salim kaget tidak percaya dia mengira aku mengejeknya lalu dia menangis lagi. Kuusap air matanya dengan tanganku. Aku ingin mengantarkannya dengan mobil akan tetapi dia menolaknya, "Masjidnya dekat, aku ingin jalan kaki ke sana."

Aku berjalan di sisinya, aku merasa betapa kecilnya diriku dan betapa besarnya dosaku, aku tak ingat lagi kapan aku terakhir masuk ke masjid, aku merasa takut dan menyesali apa yang aku lalaikan beberapa tahun ini.

Hari itu masjid penuh dengan jamaah, akan tetapi aku heran melihat ada tempat kosong di barisan pertama yang khusus disiapkan untuk Salim.

Setelah shalat Jum'at selesai, Salim meminta mushaf Al-Qur'an kepadaku, aku merasa aneh bagaimana dia akan membaca padahal dia buta? takut perasaannya terluka aku mengambilkan mushaf untuknya. Dia memintaku membukakan surah Al-Kahfi, aku mulai membolak-balik mushaf sambil sesekali melihat daftar isi, sampai aku menemukannya dan meletakkan mushaf di depannya. Dia mulai membaca surah Al-Kahfi dengan mata terpejam.

Yaa..! Allaah..! dia hafal surah Al-Kahfi dengan lengkap, aku merasa malu, seluruh sendi-sendiku serasa bergetar, aku berdo'a kepada Allah Ta'ala; semoga Dia mengampuniku dan memberiku hidayah, aku tidak mampu mengusai diriku, aku menangis seperti anak kecil, aku mencoba menyembunyikan tangisku tetapi tidak bisa; malah aku menjadi terisak-isak, aku tidak sadar, sampai tangan-tangan kecil menyentuh wajahku dan mengusap air mataku, dia adalah Salim anakku. Aku memeluknya dan memandangnya, hatiku bergumam, "Bukan kamu yang buta, nak, sebaliknya akulah yang buta, tatkala aku terlena mengikuti kawanku yang menjerumuskan aku ke Neraka."
Kami pulang ke rumah, Istriku gelisah memikirkan Salim, tetapi kegelisahannya itu berganti dengan air mata bahagia ketika dia tahu aku shalat Jum'at bersama Salim.

Sejak saat itu aku tidak pernah ketinggalan shalat berjamaah di masjid, aku meninggalkan kawan-kawan bajinganku, dan sekarang aku mempunyai banyak teman baik yang aku kenal di masjid, aku mulai merasakan manisnya iman bersama mereka. Aku selalu membasahi lidahku dengan zikir, dengan pengharapan semoga Allah mengampuni dosa-dosaku selama ini, aku bertambah dekat dengan keluargaku, senyum tidak pernah lepas dari keelokan wajah anakku Salim, siapa yang menyangka bahwa dia memiliki dunia dengan segala isinya, aku memuji Allah atas segala nikmat-Nya.

Suatu hari, teman-temanku di masjid bertekad pergi ke salah satu daerah yang jauh untuk berdakwah, aku beristikharah kepada Allah dan berunding dengan istriku dan dia sangat senang, tak lupa aku memberitahukan kepada Salim anakku akan hal ini, dan dia memeluk aku dengan lengannya yang kecil, sebagai salam perpisahan.

Aku pergi dari rumah selama tiga bulan setengah, selama itu setiap ada kesempatan; aku selalu menghubungi istri dan anak-anakku untuk mengobati kerinduan terhadap keluargaku, terutama kepada Salim, aku berharap bisa mendengar suaranya, sebab dialah satu-satunya anakku yang tidak berbicara kepadaku sejak kepergianku, tiap kali aku menceriterakan kerinduan terhadap Salim kepada istriku, dia selalu tertawa bahagia, hanya saja kali terakhir aku menelpon istriku, aku tidak mendengar tawa seperti biasanya, suaranya berubah, ketika aku berkata, "Sampaikan salamku kepada Salim," dia hanya menjawab, "Insya Allah," dan diam.

Akhirnya aku pulang ke rumah, aku mengetuk pintu dan berharap Salim yang akan membukakan pintu untukku, ternyata bukan Salim melainkan anakku Khalid yang usianya tidak lebih dari empat tahun, dia berteriak "Ayah... Ayah..!"

Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba dadaku terasa sesak saat masuk ke dalam rumah aku membaca Ta'awuz, meminta perlindungan kpd Allah, istriku datang menjumpaiku, raut wajahnya tidak seperti biasanya, "Apa yang terjadi?" Tanyaku kemudian, "Tidak ada apa-apa," jawabnya singkat. Seketika aku teringat Salim, "Mana Salim?" istriku tidak menjawab dia menundukkan wajahnya dan air mata bercucuran membasahi pipinya, saat bersamaan dengan suara terbata-bata Khalid berkata, "Ayah, Salim telah terbang ke Surga ke sisi Allah!"

Istriku tidak bisa menguasai situasi, dia menangis meratap dan hampir terjatuh ke tanah, akhirnya aku tahu Salim terkena demam dua minggu sebelum kepulanganku, istriku membawanya ke rumah sakit namun tidak tertolong hingga nyawanya melayang.

Aku menyadari bahwa apa yang terjadi adalah ujian Allah, aku harus menerima semua ini, memuji Allah dan aku tidak pernah memuji Allah terhadap kesulitan yang kuhadapi kecuali terhadap kejadian ini. Alangkah sedih hatiku berpisah dengan Salim, masih terasa tangannya mengusap air mataku dan kedua lengannya merangkulku. Salim tidak buta, akulah yang buta saat terlena bersama teman-temanku dan Salim tidak pincang karena dia mampu melalui jalan keimanan, sekarang aku baru sadar bahwa aku menyayanginya melebihi saudara-saudaranya, karena dialah yang menjadi penyebab aku mendapatkan petunjuk.

Dia anak buta yang menuntun ayahnya ke masjid dan mengalahkan setan dalam diriku dengan keikhlasannya.

Yaa Allaah.., terimalah Salim anakku dalam naungan kasih sayang-Mu. Yaa Allaah.. Aku memohon kepada-Mu keteguhan hati sampai mati. Yaa Allaah, kumpulkanlah aku bersamanya di surga-Mu dan ampunilah aku, Engkau Dzat yang Maha Suci..

Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh Dialah yang maha pengampun,Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Read More

Anak SD Yang Dermawan



Tak terasa air mataku menetes....
Silahkan di baca...

Itu.. serius anak SD?
Kok bisa.. 😢😢


Sesudah jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah. Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.

Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.

Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya. Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.

Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.

“Berapa harganya Nek?”
“Satu plastik kue Lima ribu, nak”, jawab si nenek.

Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :

“Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lagi.”

Si nenek jelas sekali terlihat berbinar2 matanya :

“Ya Allah terima ksh bnyk Nak. Alhamdulillah ya Allah kabulkan doa saya utk beli obat cucu yg lagi sakit.” Si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.

“Siapa namamu ? Kelas berapa?”
“Nama saya Radit, kelas 2, pak”, jawabnya sopan.
“Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'”

” Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari. Tapi saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah.”
“Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari senin?”, tanyaku semakin tertarik.

“Betul Pak, jadi setiap jumat saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal. Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak”, anak SD itu berbicara dengan fasihnya.

Aku pegang bahu anak itu :

” Sejak kapan ibumu meninggal, Radit?”
“Ketika saya masih TK, pak”

Tak terasa air mataku menetes :

“Hatimu jauh lebih mulia dari aku Radit, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya…”, kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.

Tapi dengan sopan Radit menolaknya dan berkata :

“Terima kasih banyak, Pak… Tapi untuk keperluan bapak aja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan… Tapi bapa punya keluarga…. Saya pamit balik ke kelas Pak”.

Radit menyalami tanganku dan menciumnya.

“Allah menjagamu, nak ..”, jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik. Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya.

Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya. Kasir menjawab : ” Empat puluh ribu rupiah..”

Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : ” Ini saya yang bayar… Kembaliannya berikan kepada si nenek ini..”

“Ya Allah.. Pak…”

Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik… Aku bergegas menuju  Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.

Dalam hati aku berdoa semoga Allah terima sedekahku dan ampuni kedua orang tuaku serta putri tercintaku yang sudah pergi mendahuluiku kembali kepada Allah.

Sahabat ada kalanya seorang anak lebih jujur dari pada orang dewasa,ajarkan lah anak2 kita dari dini  tindakan nyata yg bukan teori semata.

Kisah ini dari hamba Alloh.

Silahkan di share

Read More

PEMBERIAN



PEMBERIAN"

Seorang dosen tengah berjalan santai bersama salah seorg diantara mahasiswa2nya di sebuah taman.

Sedang asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yg sdh usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adlh sepatu milik pekerja kebun yg bekerja disana, yg sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

Sang mahasiswa melihat dan kpd dosennya dia berkata: Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dgn menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pepohonan, nanti ketika dia datang utk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangan dan men-cari2. Kita lihat bgm dia kaget dan cemas.

Dosen itu menjawab: Mahasiswaku, tdk pantas kita menghibur diri dgn mengorbankan org miskin. Kamu kan seorg yg berada, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan utk dirinya.

Sekarang coba kamu memasukkan bbrp  lembar uang kertas ke dlm sepatunya, kemudian saksikan bgm respon dr tukang kebun miskin itu?

Sang mahasiswa sangat takjub dgn usulan dosennya. Dia lsg berjalan dan memasukkan bbrp lembar uang ke dlm  sepatu tkg kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi dibalik semak2 bersama dosennya sambil mengintip apa yg akan terjadi dgn tukang kebun tsb.

Tak brp lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas2kan kotoran dr pakaiannya, dia menuju tempat sepatunya yg ia tinggalkan sblm bekerja.

Ketika ia memasukkan kakinya ke dlm sepatu, ia menjadi terperanjat, krn ada sesuatu yg mengganjal di dalamnya.

Saat ia keluarkan ternyata ... uang! Dia memeriksa sepatu yg satunya lagi, ternyata jg berisi uang!

Dia memandangi uang itu ber-ulang2 seolah ia tdk percaya dgn penglihatannya. Setelah ia memutar pandangannya kesegala penjuru ia tdk melihat seorgpun.

Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dlm sakunya, lalu ia berlutut sambil menengadah ke ke langit dan menangis. Dia berbicara dgn suara tinggi, Ia bicara kpd Allah: “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku yg maha Pengasih dan Penyayang. Wahai Yang Maha Tahu bhw istriku lagi sakit & anak2ku lagi kelaparan. Mereka blm mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak2ku dan istriku dari penderitaan ...”

Dia terus menangis dlm wkt yg cukup lama sambil memandangi langit sbg ungkapan rasa syukurnya atas karunia dr Allah Yang Maha Pemurah.

Sang mahasiswa sangat terharu dgn pemandangan yg ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dpt ia bendung.

Ketika itu dosen yg bijak tsb menesehati mahasiswanya: “Bukankah skrg kamu merasakan kebahagiaan yg lbh drpd kamu melakukan usulan pertama dgn menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”

Sang mahasiswa menjawab: “Aku telah mendapatkan pelajaran yg tdk akan mungkin aku lupakan seumur hidupku.

Sekarang aku baru paham makna kalimat yg dulu belum aku pahami sepanjang hidupku: “Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yg lebih banyak drpd ketika kamu diberi”

Sang dosen melanjutkan nasehatnya dan ketahuilah bhw pemberian itu ber-macam2:
• Memaafkan kesalahan org di saat kamu mampu melakukan balas dendam adlh suatu Pemberian.
• Mendo’akan temanmu di belakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu adlh suatu Pemberian.
• Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya, jg suatu Pemberian.
• Menahan diri dr membicarakan aib sesama kita dibelakangnya adlh Pemberian juga.

Ini semua adalah PEMBERIAN.

"Marilah kita saling memberi dan berbuat baik niscaya hidup kita akan menjadi lebih indah."
Aamiin

Read More