::: Koleksi-Sharing.Blogspot.com :::
Koleksi 'sharing' yang beredar di media sosial (WA, BBM, dll).
Dikumpulkan di sini agar kita sewaktu-waktu bisa mencarinya kembali.

Daripada disimpan di HP, kirim koleksi anda ke sini.
Caranya lihat di menu "Cara Mengirim".
Tampilkan postingan dengan label Gerakan Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerakan Masyarakat. Tampilkan semua postingan

--Sakiti Umat Islam, Kelar Idup Lo--



πŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎ

--Sakiti Umat Islam, Kelar Idup Lo--

Sore ini seperti biasa, saya harus ke Minimarket untuk membeli roti tawar, persiapan bekal sekolah anak-anak besok pagi.

Di rak roti dengan beragam merk, saya berdua puteri saya sedang memilih-milih ingin membeli roti merk apa. Sebelum-sebelumnya, tentu saya tidak perlu bingung memilih, karena satu merk sudah menjadi konsumsi kami hampir setiap hari.

Di tengah keasyikan menimbang-nimbang ingin ganti merk apa, sebuah suara mengagetkan saya,

"Jangan! Jangan beli S*** Roti! Boikot saja S*** Roti!"

Saya menoleh, tersenyum. Seorang Ibu paruh baya dengan performance layaknya sosialita berdiri di samping saya seraya mengambil sekira 7 atau 8 buah roti tawar merek lain.

"Enak saja, S*** Roti kemarin itu sedekahnya orang buat peserta aksi 212. Itu roti udah dibeli! Dibayar lunas!," ujar ibu paruh baya itu lagi.

Merasa diajak bicara, saya mengiyakan.

"Iya, Bu. Lagipula, peraturan dari pabriknya, penjualan S*** Roti katanya sistem beli putus, bukan konsinyasi. Jadi urusan apa S*** Roti sibuk keluarkan statement yang menyakiti umat Islam begitu," kata saya seraya mengambil satu roti tawar, merk lain selain S*** Roti juga tentunya.

"Bukan bersyukur produknya dibeli. Diiklanin gratis...! Eehhh...malah kayak gitu... Biarin! Kita boikot saja S*** Roti. Saya tiap hari beli S*** Roti nggak kurang dari 7 pack. Nih, sekarang saya beli merk lain," ujar ibu itu lagi sambil memasukkan roti-roti ke dalam keranjang.

Rupanya sang kasir mendengar percakapan kami,

"Kenapa, Bu?" tanyanya.

Lalu saya dan si Ibu bergantian menjelaskan, lebih tepatnya bercerita, bagaimana S*** Roti mengeluarkan statement resmi yang sangat menyakiti hati umat Islam. Hal itu dilakukan pihak S*** Roti setelah beredar viral foto para pedagang keliling S*** Roti memberikan roti-rotinya gratis untuk peserta Aksi Bela Islam III, Jumat 2 Desember lalu.

Tanpa kami sadari, rupanya obrolan kami juga didengar oleh pembeli lain. Seorang Bapak muda yang menuntun anaknya yang masih balita. Tanpa diduga,

"Iyalah, Dek, kita nggak usah beli S*** Roti lagi. Yang lain aja ini ya," ia berujar pada sang anak sembari mengambil dua buah roti isi coklat dengan merk lain, lalu menuju kasir dan tersenyum kepada kami.

Hmm...kejadian sore hari di sebuah minimarket di bilangan Kebayoran baru itu membuktikan pada dunia, bahwa umat Islam adalah pangsa pasar yang sangat layak diperhitungkan bagi perusahaan sebesar apapun dengan jenis produk apapun, termasuk S*** Roti.

Jangan berani-berani meremehkan umat Islam. Sekali umat Islam tersakiti, KELAR IDUP LO!

SEBARKAN!!! BIAR PENGUSAHA-PENGUSAHA TAI*** TAHU, TANPA UMAT ISLAM, PRODUKNYA TAK BERARTI APA-APA!!!

πŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎπŸ‘ŠπŸΎ

***
Dapatkan postingan lainnya di:
http://koleksi-sharing.blogspot.com
Read More

Terus Melangkah



Kepada saudara2ku terutama yg seiman Islam yang tidak sependapat/sejalan dengan Aksi Damai Umat Islam tgl 4 Nov besok. Atau yang masih mencari2 pendapat ulama lain (yg mana lagi?) tentang kasus penistaan Al-Qur'an oleh Ahok. Tak perlu panik, risau, galau, rempong, akan terjadi chaos atau hal2 yg tidak diinginkan dari aksi tsb.

Santai saja. Bekerjalah dg tenang jalani aktifitas spt biasa atau istirahat di rumah. Dan tidak perlu repot, terlalu kepo mencari2 berita aksi ini karena tidak akan pernah menjadi agenda liputan media mainstream. Kecuali hal-hal yang sengaja diciptakan agar terkesan buruk. Seperti urusan sepetak taman. "Bad news is a good news!" Bernilai jual tinggi. Percayalah, tipu daya, pelintiran, adu domba media yg semacam itu sudah biasa kami telan.

Saudaraku tak perlu pula mengorbankan intelektualitas Anda dgn ikut2an menista, mencerca dan mencela. Menyebar berita sumir penuh hasutan. Atau menilai aksi ini sebagai aksi bayaran, ditunggangi, kepentingan FPI atau MUI semata sampai aksi pasukan nasi bungkus. Sungguh tak elok!
Mari pikirkan cara mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah kelak jika tudingan itu tidak benar.

Atau jikalau jengah dengan panasnya dumay, medsos tak perlu lebay dengan menulis ancaman unfriend, unfollow, delcon dll. Langsung saja lakukan! Tak perlu baper ditambah basa-basi laporan sudah unfriend dlsb. Tak penting sama sekali!  Biarlah Qur'an yang kami bela menjadi BFF "Best Friend Forever" kami dalam kubur hingga kami dibangkitkan kemudian.

Lebih baik salurkan energi saudara2ku untuk mendoakan semoga aksi ini berjalan aman, damai, tidak dikotori oleh rencana provokasi dan menyadarkan Ahok untuk tunduk pada hukum bukan berkelit dari hukum. Aksi ini tidak ada urusannya dengan Pilkada! Juga tidak ada urusannya dengan persoalan rasial!

Cukup doakan keselamatan Umat Islam dalam hati Anda. Atau mohonkan ampun atas kesalahan muslimin-muslimat, mukminin-mukminat jika aksi yang menjadi kesepakatan ulama ini dinilai salah.

Sungguh jikalau aksi ini dianggap bodoh, sia-sia, buang waktu di mata manusia atau nilainya jauh dari apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam beserta sahabat setidaknya kami bermunajat agar keimanan kami melalui dukungan aksi ini dicatat tak lebih rendah dari keimanan burung kecil yang bersusah payah hilir-mudik membawa air dalam paruhnya untuk memadamkan api Namrud yang membakar Nabi Ibrahim 'alaihi Salam.

Mari kita rapatkan shaf dan barisan. Jangan beri celah pd provokator. Semoga Allah Azza Wa Jalla merahmati kita semua.

Read More